Kepemimpinan Yesus Kristus Yang Berdampak Bagi Organisasi Kristen Bikers For Christ Indonesia Markus 10:42-45
Kata Kunci:
Kepemimpinan Yesus Kristus, Organisasi Kristen, Bikers For Christ Indonesia, BerdampakAbstrak
Organisasi Kristen memerlukan kepemimpinan Yesus Kristus sehingga dapat menyelesaikan amanah atau tugas yang diberikan organisasi dalam menjalankan dan menghidupi tujuan organisasi sesuai dengan prinsip alkitabiah. Bikers For Christ Indonesia (BFCI) sebagai organisasi Kristen menerapkan prinsip Yesus Kristus yang terambil dari Markus 10:42-45. Tujuan penelitian ini untuk mendalami kebenaran yang diinginkan Tuhan Yesus Kristus di alkitab berdasarkan kepemimpinan yang bukan otoriter, rendah hati dengan menjadi pelayan/hamba untuk anggota BFCI , berorientasi melayani bukan untuk dilayani, sehingga dapat berdampak dimanapun BFCI berada. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah alkitab, buku-buku teologi, jurnal, artikel daring dan sumber literatur terkait, wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian memberi kepastian bahwa kepemimpinan Yesus Kristus di BFCI sebagai organisasi Kristen sangat berdampak besar bagi internal maupun eksternal organisasi bila bersandar sepenuhnya kepada firman Tuhan yang tertulis di alkitab menurut Markus 10 : 42-45. Sebaliknya Kepemimpinan yang tidak berorientasi kepada alkitab akan menjerumuskan kepada tidak paham inti ajaran Kristus, pertikaian antar member yang berakhir kepada pembubaran organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kepemimpinan Yesus Kristus berdasarkan Markus 10:42–45 dalam organisasi Bikers For Christ Indonesia (BFCI ) serta dampaknya terhadap kehidupan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, kerendahan hati, dan pengorbanan berkontribusi dalam membentuk budaya organisasi yang kolaboratif dan transformatif. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis nilai Kristiani tidak hanya relevan secara teologis tetapi juga efektif dalam membangun solidaritas dan dampak sosial organisasi.