Menangkal Patologi Kepemimpinan Kristen: Relevansi Karakter Hamba dan Restrukurisasi Organisasi Nabi Musa

Penulis

  • Berliany Juanita Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Abygael Cantyca Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Yuliarman Saragih

Kata Kunci:

Kepemimpinan Hamba, Otoritarianisme, Pendelegasian, Messiah Syndrome, Nabi Musa

Abstrak

Krisis kepemimpinan Kristen masa kini ditandai oleh patologi Messiah syndrome (pemimpin bekerja secara soliter) dan otoritarianisme. Pertanyaannya, bagaimana kritik teologis terhadap kedua patologi ini jika dievaluasi menggunakan model kepemimpinan Nabi Musa? Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-biblika untuk menjawab masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan dua solusi utama. Pertama, Messiah syndrome dapat diatasi melalui restrukturisasi organisasi berbasis pendelegasian wewenang (Prinsip Yitro) yang mendistribusikan beban kerja secara kolektif guna mencegah burnout. Kedua, krisis otoritarianisme ditangkal melalui internalisasi karakter kelembutan hati dan kepemimpinan hamba (servant leadership), yang memosisikan ketaatan kepada Allah di atas ego kekuasaan pribadi. Kesimpulannya, pemulihan kesehatan organisasi Kristen sangat membutuhkan keseimbangan antara sistem pendelegasian struktural yang efektif dan karakter pelayan yang saleh.

Diterbitkan

2026-05-28

Terbitan

Bagian

Articles