MENYALIBKAN EGO, MEMELUK SALIB: Integrasi Dialogis Kepemimpinan Pelayan (Servant Leadership) dan Model Kepemimpinan Pengorbanan Rasul Paulus
Keywords:
Kepemimpinan Pelayan, Rasul Paulus, Theologia Crucis, Kenosis, Otoritas TeosentrisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komparatif radikalitas kepemimpinan Rasul Paulus dengan teori kontemporer Servant Leadership (Kepemimpinan Pelayan) yang digagas oleh Robert K. Greenleaf. Di tengah krisis otoritas, komersialisasi, dan fenomena narsisme kepemimpinan gerejawi modern, figur Paulus hadir sebagai paradoks: ia adalah seorang rasul dengan otoritas teologis yang kokoh, namun secara simultan menempatkan dirinya sebagai doulos (budak) bagi Kristus dan jemaat-Nya. Melalui metode kualitatif-eksegetis terhadap surat-surat Paulus dan pendekatan analisis komparatif-teoritis, penelitian ini menemukan bahwa sementara Servant Leadership menekankan fungsionalitas pelayanan untuk pertumbuhan pengikut, kepemimpinan Paulus melangkah lebih jauh ke dalam dimensi kenosis (pengosongan diri) yang berakar pada teologi salib (theologia crucis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Paulus menawarkan koreksi terhadap kelemahan antroposentris dalam Servant Leadership sekuler dengan menyajikan model kepemimpinan teosentris-kristosentris yang menempatkan penderitaan, kerentanan, dan pemulihan eskatologis sebagai legitimasi tertinggi seorang pemimpin Kristen.