Analisa Budaya Kepemimpinan Kontekstual Otoriter di Gereja Bethel Indonesia (Efesus 1:22-23)
Keywords:
Kepemimpinan kontekstual, globalisasi, gereja, transformasi, pelayanan digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyalahgunaan wewenang yang terjadi di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Pekayon yang dilakukan oleh pemimpin gereja lokal dalam perspektif kepemimpinan kontekstual. Pemimpin gereja yang seharusnya menjadi teladan dalam perkataan dan tindakan justru menunjukkan fenomena anomali kepemimpinan. Bentuk pelanggaran yang terjadi meliputi pelecehan seksual, emosi yang tidak terkendali, korupsi, penyelewengan keuangan, hingga praktik kepemimpinan otoriter yang dalam beberapa kasus menempatkan pemimpin seolah-olah setara dengan Tuhan. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan yang tidak berakar pada nilai-nilai teologis dan konteks jemaat berpotensi menciptakan relasi yang tidak sehat dalam kehidupan gereja, serta terbuka untuk terjadi di berbagai denominasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam dinamika kepemimpinan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kepemimpinan yang berkembang secara dominan mencerminkan kepemimpinan otoriter yang tidak hanya bertentangan dengan prinsip-prinsip kepemimpinan Kristen, tetapi juga gagal merefleksikan kepemimpinan kontekstual yang adaptif, relasional, dan berorientasi pada pelayanan. Kepemimpinan tersebut bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan Tuhan Yesus yang menekankan kasih, keteladanan, dan pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi model kepemimpinan gereja yang lebih kontekstual, integratif, dan berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah agar gereja dapat bertumbuh secara sehat dan relevan di tengah perubahan zaman.