Pesan Pertobatan dan Kesetiaan dalam Kitab Hosea serta Relevansinya bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini
Keywords:
Nabi Hosea, Pertobatan, Kesetiaan pada Allah, Bangsa Israel, Pemulihan hubunganAbstract
This study examines the book of Hosea as an important resource for understanding the themes of repentance, faithfulness, and the restoration of the relationship between God and His people. Its objectives include an explanation of the background of the Prophet Hosea's ministry, the excavation of the main message to Israel, and the interpretation of the symbolic meaning of Hosea's relationship with his wife as a reflection of God's relationship with the unfaithful people. The research uses a qualitative method through a literature study with content analysis to reveal its theological meaning and relevance in today's spiritual life. The novelty of the research lies in the emphasis on the connection of Hosea's message with the practice of the life of the Faith, especially in building repentance and faithfulness. The results show that Hosea delivered a rebuke of Israel's idolatry and unfaithfulness, while affirming God's love that keeps the way of restoration open. Thus, Hosea's teachings remain relevant as a guide to living in repentance, faithfulness, and obedience to God.
Keywords: Prophet Hosea, Repentance, Faithfulness to God, The Nation of Israel, Restoration of relationships
Penelitian ini mengkaji kitab Hosea sebagai sumber penting untuk memahami tema pertobatan, kesetiaa, dan pemulihan relasi antara Allah dan umat-Nya. Tujuannya meliputi penjelasan latar belakang pelayanan Nabi Hosea, penggalian pesan utama kepada Israel, serta penafsiran makna simbolis hubungan Hosea dengan Istrinya sebagai cerminan hubungan Allah dengan umat yang tidak setia. Penelitian menggunakan metode kualitati melalui studi pustaka dengan analisis Isi guna mengungkapkan makna teologis serta relevansinya dalam kehidupan rohani masa kini. Kebaruan penelitian terletak pada penekanan keterkaitan pesan Hosea dengan praktik kehidupan Iman, khususnya dalam membangun pertobatan dan kesetiaan. Hasilnya menunjukkan bahwa Hosea menyampaikan teguran atas penyembahan berhala dan ketidaksetiaan Israel, sekaligus menegaskan kasih Allah yang tetap membuka jalan pemulihan. Dengan demikian, ajaran Hosea tetap relevan sebagai pedoman hidup dalam pertobatan, kesetiaan, dan ketaatan kepada Allah.
Kata Kunci: Nabi Hosea, Pertobatan, Kesetiaan pada Allah, Bangsa Israel, Pemulihan hubungan