Model Manajemen Konflik Kepemimpinan Ganda antara Penatua dan Diaken dalam Gereja yang Terorganisasi: Studi Kasus pada Gereja XYZ
Kata Kunci:
Manajemen konflik, kepemimpinan ganda, penatua dan diaken, gereja terorganisasi, studi kasus, ketahanan konflikAbstrak
Penelitian ini mengkaji dinamika dan manajemen konflik antara penatua dan diaken dalam gereja yang terorganisasi melalui pendekatan studi kasus pada Gereja XYZ. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kompleksitas kepemimpinan ganda (dual leadership) yang seringkali memunculkan konflik akibat ketidakjelasan peran, lemahnya komunikasi, dan perbedaan gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, faktor penyebab, dampak, serta strategi manajemen konflik yang diterapkan, sekaligus merumuskan model konseptual yang efektif dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi meliputi konflik struktural, relasional, dan fungsional, dengan dampak yang bersifat ambivalen, yaitu dapat menghambat efektivitas pelayanan sekaligus berpotensi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan apabila dikelola secara konstruktif. Penelitian ini mengusulkan Dual Leadership Conflict Management Model yang menekankan integrasi kejelasan struktur, efektivitas komunikasi, dan kepemimpinan kolaboratif sebagai strategi utama dalam mengelola konflik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model manajemen konflik berbasis kepemimpinan ganda dalam konteks gereja, yang tidak hanya berorientasi pada resolusi konflik, tetapi juga pada pembentukan ketahanan konflik (conflict resilience) dan pembelajaran organisasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa konflik dalam kepemimpinan gereja bukanlah fenomena yang harus dihindari, melainkan perlu dikelola secara strategis untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pelayanan.