Integrasi TEIS-Q dalam Model Kepemimpinan Kristen: Sebuah Studi Pustaka Kontemporer

Penulis

  • Yan Boyke Tewuh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Eddy Tanaga Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Benny Leong Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Yuliarman Saragih Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Daud Malensang Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Warmen Simarmata Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Ferdo Raturandang Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Bicterzon W. Hutapea Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Pidianko Pidianko Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Widya Ratna Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Suwarno Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Maruli Tua Sinambela Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Morantaro Rinaldi Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Wismar Nainggolan Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Pieter Tauran Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Rudy Edward Siagian Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Maria Magdalena Nuban Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Dominggus Umbu Dandra Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Kata Kunci:

Kepemimpinan Hamba, Kepribadian Pemimpin Kristen, Kecerdasan Majemuk, Teis-Q, Integrasi Teologis-Psikologis

Abstrak

Tantangan disrupsi organisasi kontemporer (2022–2026) menuntut pemodelan baru dalam mengevaluasi efektivitas kepemimpinan Kristen yang holistik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara konseptual integrasi instrumen Theological-Psychological Quotient (Teis-Q) dalam memetakan fungsi psikologis kecerdasan majemuk guna memperkuat model kepemimpinan hamba (servant leadership). Melalui metode studi pustaka kualitatif (qualitative library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis), artikel ini menelaah literatur ilmiah nasional terakreditasi dan buku teks terkait. Struktur konseptual Teis-Q dikembangkan dengan menyatukan kedaulatan teologi Alkitabiah atas fungsi psikologis dari tiga klaster kecerdasan dominan: interpersonal (kasih agape), intrapersonal (kerendahan hati), dan eksistensial (panggilan Ilahi). Hasil kajian menunjukkan bahwa Teis-Q berhasil menjembatani dikotomi antara kesalehan rohani yang abstrak dan kompetensi psikologis praktis. Instrumen ini mampu mengonversi dimensi spiritual menjadi indikator perilaku operasional yang terukur secara empiris guna memitigasi risiko kegagalan moral pemimpin. Penelitian ini merekomendasikan Teis-Q sebagai cetak biru baru dalam sistem asesmen, seleksi, dan pembentukan karakter (spiritual formation) di lembaga keagamaan maupun korporasi umum di Indonesia.

Diterbitkan

2026-05-29

Terbitan

Bagian

Articles